Forum SMKN 2 Kandangan - Kal-Sel

Forum bagi seluruh keluarga besar SMKN 2 Kandangan maupun orang lain, untuk buat thread, posting artikel gambar video, diskusi tentang sekolah, teknologi dan hal-hal lainnya yang baik
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Jenis spesikasi peralatan alat ukur mekanik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Riswan M X TKR2



Jumlah posting : 1
Join date : 04.09.14

PostSubyek: Jenis spesikasi peralatan alat ukur mekanik   Thu Sep 04, 2014 4:37 pm

MACAM ALAT UKUR MEKANIK

Kunci Momen


Kunci momen (torque wrench) berfungsi untuk mengencangkan mur atau baut sesuai dengan ukuran kekencangan tertentu.
Pada kunci momen bagian ujungnya bisa dipasang kunci soket sesuai dengan ukuran mur atau baut yang akan dikencangkan. Sedangkan pada ujung yang lain (dekat dengan handle kunci momen) terdapat jarum penunjuk dan angka-angka yang menunjukkan nilai kekencangan dari mur atau baut yang dikencangkan. Jarum akan bergerak sesuai dengan kekencangan yang diberikan.
Kunci momen digunakan hanya pada pengerjaan akhir dari pengencangan baut atau mur. Jadi pada saat awal pengencangan kita menggunakan kunci biasa (kunci ring, kunci soket maupun kunci pas), setelah dirasa agak kencang baru dikencangkan akhir menggunakan kunci momen dan kencangkan sesuai dengan nilai kekencangan dari mur atau baut tersebut.
Kunci momen bisa untuk mempermudah dalam menyamakan nilai kekencangan mur atau baut, sehingga kebengkokan pada suatu bagian karena nilai kekencangan yang berbeda-beda dapat dihindari.

Dial Gauge
Alat ukur dalam dunia teknik sangat banyak. Ada alat ukur pneumatik, mekanik , hidrolik maupun yang elektrik. Termasuk dalam dunia otomotif, banyak juga alat ukur yang sering digunakan. Dalam hal ini kita akan membahas DIAL GAUGE.
DIAL GAUGE atau ada yang menyebutnya dial indicator adalah alat ukur yang dipergunakan untuk memeriksa penyimpangan yang sangat kecil dari bidang datar, bidang silinder atau permukaan bulat dan kesejajaran. Konstruksi sebuah alat dial indikator seperti terlihat pada gambar di atas, terdiri atas jam ukur (dial gauge) yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet, batang penyangga, penjepit, dan baut penjepit.

CARA PEMBACAAN DAN PENGGUNAAN ALAT
Saat akan digunakan dial indikator tidak dapat digunakan sendiri, tapi memerlukan kelengkapan seperti di atas yang harus diatur sedemikian rupa pada saat pengukuran. Posisi dial gauge harus tegak lurus terhadap benda kerja yang akan diukur.
Pada dial indikator terdapat 2 skala. Yang pertama skala yang besar (terdiri dari 100 strip) dan skala yang lebih kecil. Pada skala yang besar tiap stripnya bernilai 0,01 mm. Jadi ketika jarum panjang berputar 1 kali penuh maka menunjukkan pengukuran tersebut sejauh 1 mm. Sedangkan skala yang kecil merupakan penghitung putaran dari jarum panjang pada skala yang besar.
Sebagai contoh, jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 6 strip dan jarum pendek bergerak pada skala 3 maka artinya hasil pengukurannya adalah3,06 mm. Pengukuran ini diperoleh dari :
skala pada jarum panjang dibaca : 6 x 0,01 mm = 0,06 mm
skala pada jarum pendek dibaca : 3 x 1 mm = 3 mm
maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 3,06 mm.

Skala dan ring dial indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk. Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah putaran penunjuk. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus bersih, posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada permukaan komponen yang diperiksa, dan metode pengukuran yang digunakan.
Metode Pengukuran
1. Letakkan V-block di atas plat datar dan letakkan poros di atas block.
2. Sentuhkan spindel dial gauge pada permukaan poros. Aturlah tinggi dial gauge lock sedemikian rupa sehingga menyentuh permukaan poros.
3. Putarlah poros perlahan-lahan dan temukan point pada permukaan pembacaan paling kecil. Putarlah outer ring sampai penunjukkan pada "0".
4. Putarlah poros perlahan-lahan. Bacalah jumlah gerakan pointer.

Adapun metode pengukuran yang digunakan dial indikator adalah sebagai berikut:
(a) benda kerja yang dipindahkan, dial indikator tetap pada posisi diam.
(b) Dial indikator yang dipindahkan, benda kerja tetap pada posisi diam.
(c) Benda kerja diputar, dial indikator tetap pada posisi diam.
Cylinder Bore Gauge



Cylinder gauge adalah alat ukur yang juga menggunakan dial gauge. Cylinder gauge sering digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lainnya secara teliti. Dalam penggunaannya cylinder gauge tidak dapat digunakan sendiri, tapi juga membutuhkan alat ukur lainnya, yaitu jangka sorong/vernier caliper dan micrometer. Ketelitian alat ini adalah 0,01 mm.
Cylinder bore gauge (dial bore gage) mempunyai beberapa bagian yaitu :
dial gauge
dial gauge securing position
replacement washer
replacement rod
replacement rod securing thread
measuring point
Measuring point ini dapat bergerak bebas dan jumlah gerakannya ditunjukkan oleh dial gauge. Jarak antara measuring point dan replacement rod adalah sama dengan diameter benda yang diukur.

Cara menentukan replacement rod dan replacement washer
Untuk menentukan berapa replacement rod dan replacement washer yang akan digunakan maka kita ukur terlebih dahulu diameter dalam silinder dengan menggunakan vernier caliper/jangka sorong. Dari hasil pengukuran tersebut kita bisa menentukan replacement rod dan replacement washer yang digunakan. Yang perlu diperhatikan dari hasil pengukuran adalah bila angka di belakang koma adalah lebih kecil dari 0,5 mm maka pembulatannya ke bawah. Namun jika angka di belakang koma lebih besar dari 0,5 mm maka pembulatannya ke atas.
Contoh :
Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,20 mm (pembulatannya 51 mm)
Maka replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 1 mm
Hasil pengukuran dengan jangka sorong : 51,80 mm (pembulatannya 52 mm)
Replacement rod : 50 mm
Replacement washer : 2 mm

Pada saat memasang dial gauge yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
Dial gauge harus dipasang pada tangkainya dalam posisi sejajar atau tegak lurus measuring point.
Spindle dimasukkan ke dalam batangnya kira-kira setengah dari langkahnya.
Periksalah bahwa pointer dari dial gauge bergerak bila anda menekan measuring point.

Contoh penggunaan alat ukur
Ukur diameter dalam silinder dengan menggunakan jangka sorong. Baca hasilnya.
Tentukan replacement rod dan replacement washer berdasar hasil pengukuran dari jangka sorong. Misal hasil dari pengukuran jangka sorong didapat : 91,00 mm. Maka pilihlah replacement rod yang 90 mm dan replacement washer yang 1 mm.
Set mikrometer pada ukuran 91,00 mm. Masukan ke dalam replacement rod dan measuring point ke dalam mikrometer dan dial gauge di set ”0”.
Masukkan cylinder gauge pada posisi diagonal ke dalam silinder, gerakan cylinder gauge sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. Bila hasil pembacaan adalah 0,08 mm sebelum
”0”, berarti diameter silinder adalah 0,08 mm lebih besar dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 91,08 mm (91,00 + 0,08). Namun jika hasil pembacaannya adalah 0,08 setelah "0", berarti diameter silinder adalah 0,08 lebih kecil dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 90,92 mm(91,00 - 0,08).


Feeler Gauge
Feerler gauge sering disebut juga dengan thickness gauge, karena memang bentuknya seperti bilah tipis dalam ukuran yang bermacam-macam. Mulai dari 0,05 mm sampai 1 mm. Namun ada juga yang dimulai dari ukuran 0,03 mm dan 0,04
mm.


Feeler gauge berfungsi untuk mengukur celah di antara dua bagian. Feeler gauge terbuat dari lembaran plat baja dengan berbagai ukuran. Pada saat akan digunakan feeler gauge harus dalam kondisi bersih, jika tidak akan mempengaruhi hasil pengukuran.
Contoh penggunaan feeler gauge yaitu pada pengukuran/penyetelan celah katup. Bila ukuran tidak tersedia maka kita bisa menggabungkan beberapa bilah feeler. Misalkan kita mau menggunakan feeler dengan ukuran 0,45 mm. Sedangkan dalam feeler tidak tersedia ukuran tersebut maka kita bisa menggabungkan dua buah feeler dengan ukuran 0,40 mm dan 0,05 mm. Tetapi usahakan sedikit mungkin dalam penggabungannya.
Jika angka pada bilah tidak ada kita bisa gunakan micrometer untuk mengetahui ukuran ketebalan bilah feeler tersebut.


SOP mikrometer sekrup
Nama Alat : Mikrometer Sekrup
Merk/Type : Tricle brand
Kode Inventaris : FIS 13



I. Kegunaan Alat

Ø Mengukur ketebalan suatu benda yang relatif tipis. Misalnya kertas, seng, dan karbon dengan batas ketelitian 0,01 mm.
II. Spesifikasi Alat
Ø Mikrometer sekrup mempunyai dua macam skala skala tetap dan skala putar (Nonius)
Ø Skala tetap (skala utama),
Skala tetap terbagi dalam satuan millimeter (mm). skala ini terdapat pada laras dan terbagi menjadi dua skala yaitu skala atas dan skala bawah.

Skala putar (nonius)
Skala putar terdapat pada besi penutup laras yang dapat digeser kedepan atau kebelakang. Skala ini terbagi menjadi 50 skala atau bagian ruas yang sama. Satu putaran pada skala ini menyebabkan skala utama bergeser sebesar 0,5 mm. jadi, satu skala pada skala putar mempunyai ukuran:
1/50 x 0,5 = 0,01 mm. ukuran ini merupakan batas ketelitian mikrometer sekrup.
III. Spesifikasi Range (Jangkauan)
Mikrometer mempunyai spesifikasi yang bervariasi menurut jangkauan (RANGE) benda kerja yang dapat diukur. Spesifikasi range tersebut ada dikarenakan disainnya untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar sesuai besarnya ukuran benda kerja yang diukur. Ukuran spesifikasi Range Micrometer biasanya tertulis pada Tangkai Micrometer beserta spesifikasi ketelitiannya. Spesifikasi Range diartikan sebagai :
"Ukuran Minimal Dan Maksimal Benda Yang Dapat Diukur"
Spesifikasi
Range

Ukuran benda (mm)

Tulisan angka pada Skala Pengukuran
Minimal

Maksimal
0 ~ 25 mm

0

25

Dimulai dari angka 0 sampai 25
25 ~ 50 mm

25

50

Dimulai dari angka 25 sampai 50
50 ~ 75 mm

50

75

Dimulai dari angka 50 sampai 75
75 ~ 100 mm

75

100

Dimulai dari angka 75 sampai 100
100 ~ 125 mm

100

125

Dimulai dari angka 0 sampai 25

IV. Komponen Penting Pada alat pengukuran mikrometer sekrup
1. Bingkai (Frame)
Bingkai ini berbentuk huruf C terbuat dari bahan logam yang tahan panas serta dibuat agak tebal dan kuat. Tujuannya adalah untuk meminimalkan peregangan dan pengerutan yang mengganggu pengukuran. Selain itu, bingkai dilapisi plastik untuk meminimalkan transfer panas dari tangan ketika pengukuran, karena jika Anda memegang bingkai agak lama sehingga bingkai memanas sampai 10 derajat celcius, maka setiap 10 cm baja akan memanjang sebesar 1/100 mm.
2. Landasan (Anvil)
Landasan ini berfungsi sebagai penahan ketika benda diletakan dan diantara anvil dan spindle.
3. Spindle (gelendong)
Spindle ini merupakan silinder yang dapat digerakan menuju landasan.
4. Pengunci (lock)
Pengunci ini berfungsi sebagai penahan spindle agar tidak bergerak ketika mengukur benda.
5. Sleeve
Tempat skala utama.
6. Thimble
Tempat skala nonius berada
7. Ratchet Knob
Untuk memajukan atau memundurkan spindel agar sisi benda yang akan diukur tepat berada diantara spindle dan anvil.

Standar Operasi Prosedur
I. Pra Penggunaan Alat
Sebelum digunakan untuk praktikum ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada alat ukur micrometer sekrup yaitu sebagai berikut.
1. Kalibrasi.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, maka alat ukur harus dikalibrasi terlebih dulu sebelum digunakan untuk pengukuran. Kalibrasi pada Micrometer adalah sebagai berikut :
a. Bersihkan alat ukur yang akan digunakan.
b. Tempatkan Micrometer pada Ragum dengan menjepitnya pada bagian Tangkai Micrometer
c. Ambil Batang Kalibrasi yang sesuai Range-nya dan tempelkan salah satu ujungnya pada Anvil. (Pada Micrometer dengan Spesifikasi Range 0 ~ 25 mm tidak menggunakan Batang Kalibrasi).
d. Putar Thimble sehingga unjung Spindle mendekati ujung lainnya dari batang Kalibrasi.
e. Putar Ratchet Stopper untuk mengencangkan Spindle hingga terdengar suara sebanyak 2 ~ 3 putaran. (Pastikan posisi Batang Kalibrasi sudah benar atau tidak miring).





Baca hasil kalibrasi. Hasil kalibrasi yang benar adalah :


a. Skala Samping berhimpit dengan strip yang menunjukkan angka NOL (0) pada Skala Atas.
b. Angka NOL (0) pada Skala Samping tepat segaris dengan garis tengah Sleeve.
Ø Jika kondisi tersebut tidak tercapai, maka lakukan hal berikut :

a. Kuncilah Spindel dengan Pengunci Spindle.
b. Ambil Kunci Penyetel (Adjuster Clamp) yang disertakan pada alat ukur.
c. Masukkan ujung Kunci Penyetel pada lubang yang terdapat pada Ratchet Stopper.
d. Kendorkan Stopper sampai Thimble bebas.
e. Luruskan strip angka 0 pada Skala Samping dengan Garis Tengah Sleeve.
f. Kencangkan kembali Ratchet Stopper.
g. Periksa kembali kalibrasi.
Ø Alat ukur Micrometer siap untuk digunakan.

I. Penggunaan Alat
1. Pengukuran
Dalam pengukuran ini ketebalan suatu benda yang relatif tipis. Pengukuran ini umum yang dilakukan pada rahang putar micrometer sekrup. Langkah-langkah pengukuran:
a. Ketika kita akan mengukur ketebalan suatu benda dengan alat ukur micrometer sekrup, sebelum mengukur bukalah rahang putar micrometer sekrup tersebut dengan memutar rahang ke kanan dengan memakai pemutar.
b. Masukkan benda pada rahang tetap micrometer sekrup dan ikatkan dengan pemutar agar benda tetap berada pada rahang tetap.
c. Amatilah angka yang ditunjukkan oleh skala utama dan skala nonius.
d. Catatlah Hasil pengukuran micrometer sekrup berdasarkan pada angka skala utama ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari nol sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan skala utama.
e. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar





Perhatikan gambar pengukuran sebuah benda yang diukur ketebalannya dengan menggunakan micrometer sekrup.
1. Pada skala nonius yang ditunjukkan tanda panah berwarna merah. Skala nonius dihitung mulai dari angka 0 sampai pada garis skala nonius yang berimpit dengan skala utama.
2. Dari hasil pengamatan tersebut, pada skala utama menunjukkan angka 13,5 mm atau 1,35 cm dihitung dari angka 13 yang ditunjukkan oleh skala utama dan menghitung garis kecil 5 langkah sebelum angka yang berimpit pada skala nonius.
3. Perhatikan skala nonius yang berimpit dengan skala utama, dari hasil pengamatan diperoleh angka 17 pada skala nonius yang berimpit dengan skala utama.
4. Angka 17 tersebut di kalikan dengan tingkat ketelitian 0,01 mm sehingga diperoleh 0,17 mm.
5. Hasil pengukuran diperoleh dari menjumlahkan hasil pengamatan pada skala utama dengan skala nonius yaitu 13,5 mm + 0,17 mm = 13,67 mm atau 1,367 cm.
6. Ingat konversikan ( ubah) satuan jika ingin merubah kedalam melimeter (mm) atau kedalam centimeter (cm).

I. Pasca Penggunaan Alat
Ø Ketika selesai menggunakan alat ukur micrometer sekrup dalam pengukuran, lepaskan kembali benda yang diukur dengan memutar kekanan pemutar micrometer sekrup, kemudian tutup kembali rahang tetap dengan memutar kekiri agar sampai dalam keadaan semula. Masukkan micrometer sekrup kembali ke dalam kotak dan kembalikan ke Rak penyimpanan alat sesuai dengan inventaris alat. Hal ini dilakukan agar alat tidak hilang, tidak mudah rusak, dan agar dapat ditemukan dengan cepat untuk praktikum selanjutnya.


Langganan: Poskan Komentar (Atom)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Jenis spesikasi peralatan alat ukur mekanik
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» alat pengukur suhu
» (WTS) ALAT MUSIK BAND
» WTS Ninja 250 EX th 2008
» Cari Info Mekanik & Bengkel yang Handal untuk Setting Mesin Si Ninin
» [WTB]electrik shock(alat kejut listrik)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum SMKN 2 Kandangan - Kal-Sel :: Otomotif :: Artikel-
Navigasi: